Jangan Abaikan Harga Gabah Melemah

Jangan Abaikan Harga Gabah Melemah

Panen raya padi yang berbarengan dengan musim penghujan menyebabkan harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani anjlok lantaran kadar air gabahnya tinggi. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menghendaki Badan Urusan Logistik (Bulog) menyerap gabah petani dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp3.700/kg pada kadar air 25%-30%. Akankah terlaksana? Sebaran Harga GKP Pertengahan Februari lalu harga GKP di beberapa wilayah di Provinsi Jateng, seperti Purworejo berkisar Rp3.100-Rp3.700/kg, Demak Rp2.700- Rp3.200/kg, dan Pati Rp2.500/kg-Rp3.000/kg sedangkan Provinsi Jatim, seperti Bojonegoro sekitar Rp2.800-Rp3.400/kg, Tuban Rp2.800-Rp3.700/kg, dan Jombang Rp3.300-Rp3.400/kg. Menurut Wasik, Ketua Kelompok Tani Maju Makmur Desa Karang Sari, Kec.

Purwodadi, Purworejo, harga GKP hingga 6 Maret masih bertahan di posisi Rp3.300/kg. sedangkan harga GKG berkisar Rp4.100- 4.400/kg. “Harganya belum naik. Ini saja sudah hampir habis panennya, kebanyakan sudah mulai tanam lagi,” ungkapnya kepada AGRINA, Senin (6/3). Winarno Thohir, Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menambahkan, harga gabah di Kab. Lebak, Banten jatuh hingga Rp2.300/kg. “Februari akhir ini baru mulai panen, harga sudah berguguran karena beberapa faktor. Satu gudang Bulog penuh, kedua iklim,” ungkapnya. Kondisi agak berbeda terjadi di Solok, Sumbar. Amrizal menuturkan, harga GKP di Solok mencapai Rp5.800-Rp6.300/kg. “Padi paling rendah di Sumbar Rp5.800/kg di petani itu yang rasanya kurang enak. Kalau varietas Caredek Rp6.300/kg. Harga rata-rata Rp6.000/kg varietas PB42, itu yang banyak orang pakai,” katanya, Senin (27/2).

Sementara Yoyo Suparyo, petani padi andalan di Subang, Jabar menerangkan, ia mem peroleh harga GKP sebesar Rp3.800/kg pada kadar air berkisar 18%-20%. “Saat ini kadar air 18%, harga di bawah Rp4.000/kg. Sama seperti musim hujan tahun lalu kira-kira seperti itu,” ulas Yoyo. Padahal sebelumnya, pria yang mem produksi gabah untuk bahan baku industri te pung ini bisa menjual gabah pa da angka Rp4.100-Rp4.200/kg. Yoyo menilai, HPP GKP sebesar Rp3.700/kg masih terlalu kecil. “Kalau petani dikasih harga se gitu ya berat sekali, terlalu me pet. Cost production (biaya produksi) sekarang aja ‘kan hampir Rp3.200/kg gabah lho,” tandasnya menekankan. Winarno bahkan mengkritisi har ga gabah yang belum ber ubah dalam dua tahun terakhir. Saat ini HPP gabah dan beras masih mengacu pada Inpres No. 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Peme rin tah. Berdasarkan aturan tersebut HPP GKP Rp3.700/kg, ga bah kering giling (GKG) Rp4.600/kg, dan beras Rp7.300/kg. Ia mengusulkan kenaikan HPP menjadi Rp4.000/kg GKP, Rp5.000/kg GKG, dan Rp8.000/kg beras.